Don’t say good
bye
Genre : Romance
Cast : Lee Minhyuk BtoB and The Girl
Author : Nuke Fatihah Putri
Twitter : @nukeke
Embun pagi mulai nampak di
permukaan kaca jendela, sinar sang mentari detik demi detik mengetuk mimpi
indahku, seraya mencoba memanggil ku dan berkata……
“Lee Minhyuk. Kajja….
Cepat kau bangun”
Suara lembut yang tak
asing lagi ku dengar.
Ya, dia adalah wanita
cantik yang sudah beberapa bulan ini menemaniku di sebuah apartement milik ku
sendiri.
“ne aku sudah bangun chagi”
sahut diriku dari balik kamar.
“Aku sudah menyiapkan
sarapan pagi untuk mu, lekas turun! Kita makan bersama”
Kemudian, keadaan menjadi sunyi.
Aku rasa dia melanjutkan
menyiapkan sarapan untuk kami.
Sejujurnya, semenjak dia
ada disini, aku merasakan kasih sayang yang tulus.
Entah apa ini rasanya….
Mungkin kah cinta?
Mungkinkah aku mencintai
wanita yang latar belakannya berbeda dengan ku.
Ia lebih tua beberapa
tahun dengan ku. Dia lebih pantas ku panggil nuna.
Tapi….. aku tak
memperdulikan itu.
Aku mencintainya, dia pun
mencintai ku.
“Selamat pagi chagi” sapa
ku dengan mengecup pipi kanannya.
“Selamat pagi juga
chagiya… apakah tadi malam mimip mu indah?”
“Tak indah jika kau tak
ada di mimpiku.” Ledek ku.
“kau selalu menjawab
seperti itu” jawabnya sampil mengacak
acak rambut ku.
“YA… rambut ku….
berantakan seperti ini… sebentar lagi aku pergi kuliah chagi”
“sudah… biarlah begitu,
ketampanan mu tak berkurang sedikitpun”
Aku terhenti menelan roti
hangat santapan ku pagi ini mendengar ucapannya.
“ayo cepat habiskan…”
ucapnya saat tau aku sedang memperhatikannya.
ku pandang senyum di
bibirnya.
Yeppo.. neomu yeppo. Tuhan
telah mengirimkan bidadari untuk ku.
Aku yakin, jikalau aku tak
menolongnya waktu itu…
****
*flashback*
“Noona… kau tak apa? Apakah
perlu bantuaan?”
Ucapku sambil mengoyahkan
badan wanita yang kutemui sedang tergeletak di pinggir jalan.
Tak ada jawaban.
Ku balikan badannya….
Aigo… lumuran darah terus mengalir dari pelipisnya.
“Biar ku bantu…”
Lalu aku bawa wanita ini
ke rumah sakit terdekat.
“apakah anda keluarganya?”
“ah… bukan. Saya hanya menolongnya
tadi”
“baik. pasien mengalami
pendarahan yang cukup banyak. di karenakan benturan yang melukai pelipis
kirinya, tapi kami akan berusaha untung menangani pasien”
“apakah keadaannya parah?”
“dia akan mengalami sedikit
gangguan ingatan, bisa di bilang amnesia sementara”
Siapakah wanita ini, aku
tak tega jika meninggalkannya sendiri tanpa kepastian dari pihak keluarganya.
Sedangkan ingatannya hilang.
Ku putuskan untuk merawatnya.
“akhirnya kau siuman juga”
“kau siapa? Dimana aku?”
mukanya terlihat linglung.
“kau koma selama 3 hari, aku yang menjaga mu
selama itu”
Wanita itu hanya diam dan
memeluk erat kaki yang ia tekukan.
Tampaknya ia ketakutan dan
masih merasa asing dengan ku.
“aku bukan orang jahat,
aku tak akan menyakit mu” tegas ku.
“apa kau ingat sesuatu? Siapa nama mu atau
dimana kau tinggal?” aku lanjut bertanya.
Ia menggelengkan pala nya
perlahan demi perlahan
“aku tak ingat apapun”
Lalu ku liat ia mulai
meneteskan butir butir air matanya.
Iba aku melihatnya.
“kau aman bersama ku, aku
akan membantu supaya ingatanmu pulih. Aku janji akan mencari keluarga mu”
-Eun Seo-
Tulisan indah yang tertera
di kalung cantik yang ia kenakan di lehernya.
Jadi ku pikir nama wanita
itu adalah eun seo.
****
Kota seoul yang begitu
ramai di senin pagi ini ku telusuri.
Bangunan bangunan kokoh
yang tak asing lagi ku lewati.
Aku lajukan mobil yang aku
kendarai lebih cepat menuju kampus.
Tiba tiba handphone
genggam ku bersuara.
aku lirik dan
Tulisannya –Doo Joon Hyung-
segera aku angkat telepon
nya.
Mulai ada suara di ujung
telepon.
“yoboseo…”
“aku baik hyung, bagaimana
dengan mu?”
“jinja? Aku kangen sekali
ingin bertemu hyung”
“arraseo… Sepulang dari
kuliah aku akan menjemput mu di bandara”
“ne. sampai bertemu nanti”
Percakapan singkat itu ku
akhiri.
Doo joon hyung adalah
kakak kandung ku, ia seorang pengusaha yang cukup berhasil.
Bisnisnya sampai ke luar
negerti hingga mengharuskannya untuk tinggal di amerika.
Dia yang membiayai aku
kuliah sampai sekarang.
Orang tua kami sudah
tiada. Jadi aku harus tinggal sendiri di seoul.
Kadang kadang doo joon
hyung berkunjung ke korea, biasanya ia dating sendiri ke sini.
Tapi kali ini ia membawa
putranya ikut ke seoul.
****
“Hyung…. Kau mau bermalam dimana? Di rumah
ku?”
“aaah tidak hyuk, hyung mu
sudah pesan hotel untuk bermalam. Tak mungkin membatalkannya”
“baiklah, biar ku antar
kau ke hotel hyung”
“bagaimana dengan kuliah
mu hyuk?”
“lancer. Doakan agar aku
cepat cepat menyusun skripsi hahaha”
“pasti. Oia ku dengar kau
sudah mempunyai kekasih. Bukan begitu?”
“aaah ne hyung. Nanti
kalau ada kesempatan aku akan kenalkan dia dengan mu”
Di perjalanan aku pandangi
wajah mungil keponakan ku.
Aganya dia tampan seperti
ahjussi nya.
Sebenarnya ini pertemuan
pertama ku dengan jagoan kecil ini.
Selama doo joon hyung di
amerika sampai ia menikah dan mempunyai seorang anak pun ia tak mengizinkan ku
untuk mengunjunginya.
Katanya, aku harus fokus
kepada kuliah.
****
“aku pulang” ucapku sambil membuka pintu
apartement
“malam sekali kau pulang
chagi, kau darimana?”
“hyung ku dari amerika
berkunjung ke seoul. Tadi aku menjemputnya ke bandara. Apa kau menghawatirkan
ku karena pulang telat?”
“aaaah tidak”
Pipinya pun memerah.
“omo… kau cute sekali
kalau seperti itu”
“kau ini… sudah malam, aku sudah mengantuk.
Jaljayo minhyukki”
Esok aku ada janji dengan
doojoon hyung, aku akan mengajak keponakan kecil jalan jalan.
Appa nya tentu sibuk
dengan pekerjaanya, jadi sudah tugas ku untuk menjaganya.
****
“hey anak tampan siapa
namu?”
“Lee jae sung” jawabnya
sambil tersenyum
“berapa umur mu?” aku
bertanya lagi
“umurku 5 tahun ahjussi”
“kau mau ice cream?”
“MAU…” jawabnya kilat.
Dengan segera mobil ku
melaju ke arah toko ice cream terdekat.
Lalu kita makan ice cream
bersama.
Kemudian situasi menjadi
hening.
Mungkin karena aku dan
jaesung belum terlalu akrab.
Tapi aku tak akan diam
dengan situasi seperti ini.
Aku tak mau pertemuan
pertama dengan keponakan ku yang manis ini membuatnya bosan.
Aku mencari cari kata
untuk di perbincangkan.
“Jaesung… kau suka ice cream ini? Rasa nya lezat bukan?”
“Suka ahjussi. Dulu eomma
sering membelikan ku ice cream, aku selalu meminta rasa coklat. Dan eomma pasti
memesan rasa stawbery. Eomma ku sangat suka ice cream strawberry. Lalu kita
makan bersama sama” celotehnya
Aku langsung mencubit
pipinya, dia lucu sekali.
“appa mu sangat sayang
pada mu bukan?”
“Ne ahjussi... “
“Bagaimana dengan eomma
mu?”
Pertanyaan yang ku
lontarkan membuatnya ia berhenti melahap ice cream yang ia pegang.
“Jaesung kenapa kau diam? Apa pertanyaanku
salah?”
“aku tak tau eomma ku
sedang dimana, aku merindukannya ahjussi” jelas nya sambil terbatabata.
“mwo? Ada apa dengan eomma
mu?”
Mata jaesung mulai berkaca
kaca, butir air mata mulai mengumpul pada kelopak mata nya.
Aku sama sekali tak
mengetahui ada apa dengan jaesung.
Aku mencoba membuat suasan
tenang kembali.
Ku peluk jaesung dan
mengelus rambutnya.
“jaesung-ah… Jangan kau
pikirkan lagi perkataan ahjussi mu ini”
Ia mengangguk.
Setelah kejadian itu, aku
tak sabar ingin menayakan langsung ke pada doo joon hyung.
“Mengapa kau tak bilang
pada ku hyung?”
Sejenak ia terdiam.
Matanya memandang ke arah sisi lain.
“Hyung, ayolah cerita.
Buat apa di sembunyikan? Aku ini adik mu”
Dia masih tetap terdiam.
Perlahan ia coba
mengangkat wajahnya. Dia mulai menyiapkan
kata kata untuk ku.
Penjelasan yang cukup
panjang terlintas di bibir kakak ku ini.
aku tak meyangka jika
beberapa bulan yang lalu istrinya hilang entah kemana.
Istrinya hilang karena di
culik, dan entah sampai sekarang belum di temukan.
Dan sebenarnya tujuan
utamanya ke seoul adalah untuk mencari istrinya, karena ada kabar penculik itu
meninggalkan istrinya di kota seoul.
Penculiknya adalah pesaing
pesaing hebatnya di dunia perbisnisan.
Aku baru tau jika hyung ku
memiliki pesaing bengis seperti itu.
Hati ku tak percaya.
setega itu kah persaingan sehingga mengakibatkan nyawa orang lain terancam.
“Hyung, aku akan membantu
mu. Siapa nama istri mu?”
“Kim Eun Seo”
“MWO??? Eun seo? Apakah
ini hanya kebetualn kebetulan nama istri hyung ku dan yeojachingu ku sama”
Aku bertanya tanya dalam
hati. Rasa penasaran ku samakin menggebu.
“ada kah barang atau tanda
yang ia kenakan?” Tanya ku lagi.
“ada, kalungnya. Bandul
kalungnya bertulisan hangul Eun Seo”
Badan ku seketika lemas.
Rasanya raga dan nyawaku
ingin terlepaskan mendengar itu.
Apakah eun seo yang kita
kenal orang yang sama.
****
Langit terasa begitu
gelap.
Segelap perasaan ku selama
ini.
Aku duduk di teras
apartement.
Pikiran ku mulai berjalan
jalan kesana kemari.
Entah kejadian tadi
membuat ku seperti susah bernafas.
Aku tak tentang memikirkan
nya.
Bagaimana tidak…
Jikalau benar eun seo yang
aku kenal dan aku sayangi selama ini adalah seorang istri dari kakak kandung ku
sendiri.
Aku harus apa.
Tiba tiba pintu dari arah
dalam rumah terbuka.
“kau sedang apa chagi
disini?”
“tidak sedang apa apa”
jawab ku dengan senyum tipis
Eun seo mendekat ke arah
aku duduk, ia duduk persis di samping ku.
Lalu ia menggenggam tangan
ku.
Bagian palanya pun mulai
bersandar di bahu ku.
“tangan mu dingin chagi…
sebaiknya kau masuk” ucap eun seo.
Aku tak menghiraukan
perintahnya.
Aku berniat ingin mencoba membuka
memory memory lama eun seo.
Bukan kah dokter berkata
amnesia nya sementara.
Aku akan mencoba dan
berusaha memulihkan ingatannya.
“chagi… apakah kau suka ice cream?” aku mulai bertanya dan menyelidiki
“tentu. Waeyo?”
“kau suka rasa apa?”
“aku suka rasa strawberry”
Jawabannya persis sama
seperti yang aku duga.
Jaesung bilang eomma nya
suka ice cream strawberry.
Tubuh ku semakin bergetar
mendengarnya.
Aku pun semakin penasaran.
“Kau suka anak kecil
chagi?”
“eeeem… ne. aku akan
membelikan ice cream coklat untuknya dan makan bersama dengan ku jika kelak aku
memiliki anak” jawabnya.
Mukanya terlihat bahagia
sekali.
Tapi tidak untuk ku.
Aku semakin tidak bias
menerima kenyataan jika semua yang ku duga benar.
Aku berhenti untuk
menayakan pertanyaan untuknya.
Kami pun bergegas pergi
tidur ke kamar masing masing
Setelah masuk ke kamar,
aku langsung mengirimkan pesan singkat untuk doo joon hyung.
Tak lama balasan via email
masuk.
Aku membukanya.
“Dan tak ragu lagi…. Besok
akan ku lakukan” ucapku dalam hati.
(esok paginya)
“chagiya… aku berencana
ingin mengenalkan mu dengan hyung ku. Kau mau?”
“Kenapa tidak? Kapan
chagi?” Tanya nya antusias.
“nanti siang. Kau siap
siap ya”
“baiklah”
Di dalam mobil aku hanya
duduk terdiam.
Pikiran ku kacau. Aku
masih memikirkan kejadian kemarin.
Eun seo mungkin heran
meliat ku dengan keadaan kaku seperti ini.
“minhyuk-ya?? Kau tak
apa?”
Ia memegang lengan
tanganku lembut
“tak apa, kita sudah
sampai. Kajja turun”
“loh… ini taman bukan?”
“ne” jawabku singkat.
Aku memilih duduk di
bangku taman dekat pohon besar itu.
Aku membawa sebuah tab pc.
Aku mulai menyiapkan
segudang kata kata.
Mungkin kata kata terakhir
untuk sebuah percakapan antara sepasang kekasih.
“Eun seo… kau ingat dengan
janji ku pertama kali saat kita bertemu?”
“mwo? Heeemm.. kau akan
selalu menjaga ku?”
“bukan..”
“kau akan selalu di
samping ku salamanya?”
“bukan itu juga”
Dugaan kata kata yang
keluar dari mulut eun seo sangat jauh dari topik yang akan aku bahas.
“lalu apa? Aku lupa”
jawabnya bingung.
“Izinkan aku mengecup
keningnya yang indah itu tuhan.
Biarpun untuk yang terakhir
kalinya” gumamku dalam hati.
Lalu aku kecup hangat
keningnya.
“janji ku saat itu adalah aku akan mencoba
mengembalikan ingatan mu dan menemukan keluarga mu. Sekarang aku akan menepati
janji ku. Aku tak mau ingkar” ucapam ku mulai melantun.
“maksudmu?” jawabnya
heran.
Aku ngeluarkan sebuah foto dari tab pc yang
aku bawa.
Aku pandang sejenak foto
itu. Tampak senyum senyum bahagia terlintas dari bibir bibir indah keluarga
bahagia ini.
“Lihat lah…”
“apa ini?”
Tangan eun seo mulai
menggampai foto yang ku berikan padanya.
“jadi maksud mu itu….”
Wajah cantik nya mulai
berubah pucat
“selamat tinggal eun seo.
Kau telah menemukan keluarga mu. Suami anak mu sudah menunggu”
“minhyuk!!! Andweyo!!
Jangan ucapkan kata kata itu. Aku mencintaimu, aku tak mau berpisah dengan mu”
Air matanya tak segan
segan keluar begitu deras.
Rasa sakit yang aku alami
menerima kenyataan pahit ini sudah menjadi jadi.
Perasaan ku sudah tak karuan.
Hati ku sudah hancur berkeping keping.
“tapi kau harus balik. Kau
harus tinggal bersama mereka” nada suara ku mulai mengeras.
“Tidak! Aku hanya
mencintai mu, aku tak mau pergi” tanggannya mencengkram lengan ku begitu kuat.
“eun seo… kau harus
mengerti perasaan ku, kau tak tahu bukan kalau suami mu adalah hyung kandung ku
sendiri?! Ia datang jauh dari amerika hanya untuk mencari mu. Dan anak laki
laki mu yang bernama jaesung. Ia menangis di hadapan ku karena merindukan mu.
Cepatlah kembali kepada mereka! Aku sakit jika kau masih ada di sisi ku”
“kau juga harus mengerti
perasaan ku minhyuk… aku sama sekali tak mengingat kenangan bersama mereka.
Sekarang yang ada di memory ku hanya engkau”
Kata kata eunseo membuat
ku semakin terpuruk.
aku menarik tangan eun seo
lalu menberhentikan taksi yang melewati taman.
Eunseo mulai memberontak untuk menolak masuk ke dalam taksi.
Aku menggenggam tangannya.
“dengar kan aku…. sehabis ini kau akan menjalani terapi untuk memulihkan ingatan mu di amerika. bukan kah dokter bilangan kau hanya amnesia sementara, ingatan mu akan kembali pulih eunseo"
tangannya yang sedaris tadi kaku mulai melemah.
mungkin dia mulai mengeri maksud ku.
"aku ingin melihat mu bersama hyung ku bahagia. tinggal kan aku. masuklah..."
air mata ku tak terbendung lagi.
aku tak mau terlalu lama menunjukan paras wajah yang lebam ini.
pintu taksi masih terbuka.
eun seo mulai naik ke dalam taksi.
selamat tinggal eunseo
THE END
****
kyaa.... this is my first fun fiction hahaha :D
hope u like it ^^
kalau bisa tinggalkan kritik dan sarannya ya readers ;)
