Selasa, 23 Oktober 2012

[Fun Fiction] Lee Minhyuk BTOB


Don’t say good bye

Genre : Romance
Cast    : Lee Minhyuk BtoB and The Girl
Author : Nuke Fatihah Putri
Twitter : @nukeke




Embun pagi mulai nampak di permukaan kaca jendela, sinar sang mentari detik demi detik mengetuk mimpi indahku, seraya mencoba memanggil ku dan berkata……

“Lee Minhyuk. Kajja…. Cepat kau bangun”

Suara lembut yang tak asing lagi ku dengar.
Ya, dia adalah wanita cantik yang sudah beberapa bulan ini menemaniku di sebuah apartement milik ku sendiri.

“ne aku sudah bangun chagi” sahut diriku dari balik kamar.
“Aku sudah menyiapkan sarapan pagi untuk mu, lekas turun! Kita makan bersama”

Kemudian, keadaan menjadi sunyi.
Aku rasa dia melanjutkan menyiapkan sarapan untuk kami.

Sejujurnya, semenjak dia ada disini, aku merasakan kasih sayang yang tulus.
Entah apa ini rasanya…. Mungkin kah cinta?
Mungkinkah aku mencintai wanita yang latar belakannya berbeda dengan ku.
Ia lebih tua beberapa tahun dengan ku. Dia lebih pantas ku panggil nuna.
Tapi….. aku tak memperdulikan itu.
Aku mencintainya, dia pun mencintai ku.

“Selamat pagi chagi” sapa ku dengan mengecup pipi kanannya.
“Selamat pagi juga chagiya… apakah tadi malam mimip mu indah?”
“Tak indah jika kau tak ada di mimpiku.” Ledek ku.
“kau selalu menjawab seperti itu”  jawabnya sampil mengacak acak rambut ku.
“YA… rambut ku…. berantakan seperti ini… sebentar lagi aku pergi kuliah chagi”
“sudah… biarlah begitu, ketampanan mu tak berkurang sedikitpun”

Aku terhenti menelan roti hangat santapan ku pagi ini mendengar ucapannya.

“ayo cepat habiskan…” ucapnya saat tau aku sedang memperhatikannya.

ku pandang senyum di bibirnya.
Yeppo.. neomu yeppo. Tuhan telah mengirimkan bidadari untuk ku.
Aku yakin, jikalau aku tak menolongnya waktu itu…

****

*flashback*

“Noona… kau tak apa? Apakah perlu bantuaan?”
Ucapku sambil mengoyahkan badan wanita yang kutemui sedang tergeletak di pinggir jalan.
Tak ada jawaban.
Ku balikan badannya…. Aigo… lumuran darah terus mengalir dari pelipisnya.
“Biar ku bantu…”
Lalu aku bawa wanita ini ke rumah sakit terdekat.

“apakah anda keluarganya?”
“ah… bukan. Saya hanya menolongnya tadi”
“baik. pasien mengalami pendarahan yang cukup banyak. di karenakan benturan yang melukai pelipis kirinya, tapi kami akan berusaha untung menangani pasien”
“apakah keadaannya parah?”
“dia akan mengalami sedikit gangguan ingatan, bisa di bilang amnesia sementara”

Siapakah wanita ini, aku tak tega jika meninggalkannya sendiri tanpa kepastian dari pihak keluarganya. Sedangkan ingatannya hilang.
Ku putuskan untuk merawatnya.

“akhirnya kau siuman juga”
“kau siapa? Dimana aku?” mukanya terlihat linglung.
“kau  koma selama 3 hari, aku yang menjaga mu selama itu”

Wanita itu hanya diam dan memeluk erat kaki yang ia tekukan.
Tampaknya ia ketakutan dan masih merasa asing dengan ku.

“aku bukan orang jahat, aku tak akan menyakit mu” tegas ku.

 “apa kau ingat sesuatu? Siapa nama mu atau dimana kau tinggal?” aku lanjut bertanya.

Ia menggelengkan pala nya perlahan demi perlahan
“aku tak ingat apapun”

Lalu ku liat ia mulai meneteskan butir butir air matanya.
Iba aku melihatnya.

“kau aman bersama ku, aku akan membantu supaya ingatanmu pulih. Aku janji akan mencari keluarga mu”

-Eun Seo-
Tulisan indah yang tertera di kalung cantik yang ia kenakan di lehernya.
Jadi ku pikir nama wanita itu adalah eun seo.

****

Kota seoul yang begitu ramai di senin pagi ini ku telusuri.
Bangunan bangunan kokoh yang tak asing lagi ku lewati.
Aku lajukan mobil yang aku kendarai lebih cepat menuju kampus.

Tiba tiba handphone genggam ku bersuara.
aku lirik dan Tulisannya  –Doo Joon Hyung-
segera aku angkat telepon nya.
Mulai ada suara di ujung telepon.

“yoboseo…”

“aku baik hyung, bagaimana dengan mu?”

“jinja? Aku kangen sekali ingin bertemu hyung”

“arraseo… Sepulang dari kuliah aku akan menjemput mu di bandara”

“ne. sampai bertemu nanti”

Percakapan singkat itu ku akhiri.
Doo joon hyung adalah kakak kandung ku, ia seorang pengusaha yang cukup berhasil.
Bisnisnya sampai ke luar negerti hingga mengharuskannya untuk tinggal di amerika.

Dia yang membiayai aku kuliah sampai sekarang.
Orang tua kami sudah tiada. Jadi aku harus tinggal sendiri di seoul.
Kadang kadang doo joon hyung berkunjung ke korea, biasanya ia dating sendiri ke sini.
Tapi kali ini ia membawa putranya ikut ke seoul.

****

 “Hyung…. Kau mau bermalam dimana? Di rumah ku?”
“aaah tidak hyuk, hyung mu sudah pesan hotel untuk bermalam. Tak mungkin membatalkannya”
“baiklah, biar ku antar kau ke hotel hyung”
“bagaimana dengan kuliah mu hyuk?”
“lancer. Doakan agar aku cepat cepat menyusun skripsi hahaha”
“pasti. Oia ku dengar kau sudah mempunyai kekasih. Bukan begitu?”
“aaah ne hyung. Nanti kalau ada kesempatan aku akan kenalkan dia dengan mu”

Di perjalanan aku pandangi wajah mungil keponakan ku.
Aganya dia tampan seperti ahjussi nya.

Sebenarnya ini pertemuan pertama ku dengan jagoan kecil ini.
Selama doo joon hyung di amerika sampai ia menikah dan mempunyai seorang anak pun ia tak mengizinkan ku untuk mengunjunginya.
Katanya, aku harus fokus kepada kuliah.

****

 “aku pulang” ucapku sambil membuka pintu apartement
“malam sekali kau pulang chagi, kau darimana?”
“hyung ku dari amerika berkunjung ke seoul. Tadi aku menjemputnya ke bandara. Apa kau menghawatirkan ku karena pulang telat?”
“aaaah tidak”

Pipinya pun memerah.

“omo… kau cute sekali kalau seperti itu”
 “kau ini… sudah malam, aku sudah mengantuk. Jaljayo minhyukki”

Esok aku ada janji dengan doojoon hyung, aku akan mengajak keponakan kecil jalan jalan.
Appa nya tentu sibuk dengan pekerjaanya, jadi sudah tugas ku untuk menjaganya.

****
“hey anak tampan siapa namu?”
“Lee jae sung” jawabnya sambil tersenyum
“berapa umur mu?” aku bertanya lagi
“umurku 5 tahun ahjussi”
“kau mau ice cream?”
“MAU…” jawabnya kilat.

Dengan segera mobil ku melaju ke arah toko ice cream terdekat.
Lalu kita makan ice cream bersama.

Kemudian situasi menjadi hening.
Mungkin karena aku dan jaesung belum terlalu akrab.
Tapi aku tak akan diam dengan situasi seperti ini.
Aku tak mau pertemuan pertama dengan keponakan ku yang manis ini membuatnya bosan.
Aku mencari cari kata untuk di perbincangkan.

“Jaesung…  kau suka ice cream ini? Rasa nya lezat bukan?”
“Suka ahjussi. Dulu eomma sering membelikan ku ice cream, aku selalu meminta rasa coklat. Dan eomma pasti memesan rasa stawbery. Eomma ku sangat suka ice cream strawberry. Lalu kita makan bersama sama” celotehnya

Aku langsung mencubit pipinya, dia lucu sekali.

“appa mu sangat sayang pada mu bukan?”
“Ne ahjussi... “
“Bagaimana dengan eomma mu?”

Pertanyaan yang ku lontarkan membuatnya ia berhenti melahap ice cream yang ia pegang.

 “Jaesung kenapa kau diam? Apa pertanyaanku salah?”
“aku tak tau eomma ku sedang dimana, aku merindukannya ahjussi” jelas nya sambil terbatabata.
“mwo? Ada apa dengan eomma mu?”

Mata jaesung mulai berkaca kaca, butir air mata mulai mengumpul pada kelopak mata nya.
Aku sama sekali tak mengetahui ada apa dengan jaesung.
Aku mencoba membuat suasan tenang kembali.
Ku peluk jaesung dan mengelus rambutnya.

“jaesung-ah… Jangan kau pikirkan lagi perkataan ahjussi mu ini”

Ia mengangguk.
Setelah kejadian itu, aku tak sabar ingin menayakan langsung ke pada doo joon hyung.

“Mengapa kau tak bilang pada ku hyung?”

Sejenak ia terdiam. Matanya memandang ke arah sisi lain.

“Hyung, ayolah cerita. Buat apa di sembunyikan? Aku ini adik mu”

Dia masih tetap terdiam.
Perlahan ia coba mengangkat  wajahnya. Dia mulai menyiapkan kata kata untuk ku.
Penjelasan yang cukup panjang terlintas di bibir kakak ku ini.

aku tak meyangka jika beberapa bulan yang lalu istrinya hilang entah kemana.
Istrinya hilang karena di culik, dan entah sampai sekarang belum di temukan.
Dan sebenarnya tujuan utamanya ke seoul adalah untuk mencari istrinya, karena ada kabar penculik itu meninggalkan istrinya di kota seoul.

Penculiknya adalah pesaing pesaing hebatnya di dunia perbisnisan.
Aku baru tau jika hyung ku memiliki pesaing bengis seperti itu.
Hati ku tak percaya. setega itu kah persaingan sehingga mengakibatkan nyawa orang lain terancam.

“Hyung, aku akan membantu mu. Siapa nama istri mu?”
“Kim Eun Seo”

“MWO??? Eun seo? Apakah ini hanya kebetualn kebetulan nama istri hyung ku dan yeojachingu ku sama”
Aku bertanya tanya dalam hati. Rasa penasaran ku samakin menggebu.

“ada kah barang atau tanda yang ia kenakan?” Tanya ku lagi.
“ada, kalungnya. Bandul kalungnya bertulisan hangul Eun Seo”

Badan ku seketika lemas.
Rasanya raga dan nyawaku ingin terlepaskan mendengar itu.
Apakah eun seo yang kita kenal orang yang sama.

****
Langit terasa begitu gelap.
Segelap perasaan ku selama ini.
Aku duduk di teras apartement.
Pikiran ku mulai berjalan jalan kesana kemari.
Entah kejadian tadi membuat ku seperti susah bernafas.
Aku tak tentang memikirkan nya.

Bagaimana tidak…
Jikalau benar eun seo yang aku kenal dan aku sayangi selama ini adalah seorang istri dari kakak kandung ku sendiri.
Aku harus apa.

Tiba tiba pintu dari arah dalam rumah terbuka.

“kau sedang apa chagi disini?”
“tidak sedang apa apa” jawab ku dengan senyum tipis

Eun seo mendekat ke arah aku duduk, ia duduk persis di samping ku.
Lalu ia menggenggam tangan ku.
Bagian palanya pun mulai bersandar di bahu ku.

“tangan mu dingin chagi… sebaiknya kau masuk” ucap eun seo.

Aku tak menghiraukan perintahnya.
Aku berniat ingin mencoba membuka memory memory lama eun seo.
Bukan kah dokter berkata amnesia nya sementara.
Aku akan mencoba dan berusaha memulihkan ingatannya.

“chagi… apakah kau suka ice cream?” aku mulai bertanya dan menyelidiki
“tentu. Waeyo?”
“kau suka rasa apa?”
“aku suka rasa strawberry”

Jawabannya persis sama seperti yang aku duga.
Jaesung bilang eomma nya suka ice cream strawberry.
Tubuh ku semakin bergetar mendengarnya.
Aku pun semakin penasaran.

“Kau suka anak kecil chagi?”
“eeeem… ne. aku akan membelikan ice cream coklat untuknya dan makan bersama dengan ku jika kelak aku memiliki anak” jawabnya.

Mukanya terlihat bahagia sekali.
Tapi tidak untuk ku.
Aku semakin tidak bias menerima kenyataan jika semua yang ku duga benar.
Aku berhenti untuk menayakan pertanyaan untuknya.
Kami pun bergegas pergi tidur ke kamar masing masing

Setelah masuk ke kamar, aku langsung mengirimkan pesan singkat untuk doo joon hyung.
Tak lama balasan via email masuk.
Aku membukanya.

“Dan tak ragu lagi…. Besok akan ku lakukan” ucapku dalam hati.

(esok paginya)

“chagiya… aku berencana ingin mengenalkan mu dengan hyung ku. Kau mau?”
“Kenapa tidak? Kapan chagi?” Tanya nya antusias.
“nanti siang. Kau siap siap ya”
“baiklah”

Di dalam mobil aku hanya duduk terdiam.
Pikiran ku kacau. Aku masih memikirkan kejadian kemarin.
Eun seo mungkin heran meliat ku dengan keadaan kaku seperti ini.

“minhyuk-ya?? Kau tak apa?”
Ia memegang lengan tanganku lembut

“tak apa, kita sudah sampai. Kajja turun”
“loh… ini taman bukan?”
“ne” jawabku singkat.

Aku memilih duduk di bangku taman dekat pohon besar itu.
Aku membawa sebuah tab pc.

Aku mulai menyiapkan segudang kata kata.
Mungkin kata kata terakhir untuk sebuah percakapan antara sepasang kekasih.

“Eun seo… kau ingat dengan janji ku pertama kali saat kita bertemu?”
“mwo? Heeemm.. kau akan selalu menjaga ku?”
“bukan..”
“kau akan selalu di samping ku salamanya?”
“bukan itu juga”

Dugaan kata kata yang keluar dari mulut eun seo sangat jauh dari topik yang akan aku bahas.

“lalu apa? Aku lupa” jawabnya bingung.

“Izinkan aku mengecup keningnya yang indah itu tuhan.
Biarpun untuk yang terakhir kalinya” gumamku dalam hati.
Lalu aku kecup hangat keningnya.

“janji ku  saat itu adalah aku akan mencoba mengembalikan ingatan mu dan menemukan keluarga mu. Sekarang aku akan menepati janji ku. Aku tak mau ingkar” ucapam ku mulai melantun.
“maksudmu?” jawabnya heran.

 Aku ngeluarkan sebuah foto dari tab pc yang aku bawa.
Aku pandang sejenak foto itu. Tampak senyum senyum bahagia terlintas dari bibir bibir indah keluarga bahagia ini.

“Lihat lah…”
“apa ini?”

Tangan eun seo mulai menggampai foto yang ku berikan padanya.

“jadi maksud mu itu….”

Wajah cantik nya mulai berubah pucat

“selamat tinggal eun seo. Kau telah menemukan keluarga mu. Suami anak mu sudah menunggu”
“minhyuk!!! Andweyo!! Jangan ucapkan kata kata itu. Aku mencintaimu, aku tak mau berpisah dengan mu”

Air matanya tak segan segan keluar begitu deras.
Rasa sakit yang aku alami menerima kenyataan pahit ini sudah menjadi jadi.
Perasaan ku sudah tak karuan. Hati ku sudah hancur berkeping keping.

“tapi kau harus balik. Kau harus tinggal bersama mereka” nada suara ku mulai mengeras.
“Tidak! Aku hanya mencintai mu, aku tak mau pergi” tanggannya mencengkram lengan ku begitu kuat.

“eun seo… kau harus mengerti perasaan ku, kau tak tahu bukan kalau suami mu adalah hyung kandung ku sendiri?! Ia datang jauh dari amerika hanya untuk mencari mu. Dan anak laki laki mu yang bernama jaesung. Ia menangis di hadapan ku karena merindukan mu. Cepatlah kembali kepada mereka! Aku sakit jika kau masih ada di sisi ku”

“kau juga harus mengerti perasaan ku minhyuk… aku sama sekali tak mengingat kenangan bersama mereka. Sekarang yang ada di memory ku hanya engkau”

Kata kata eunseo membuat ku semakin terpuruk.
aku menarik tangan eun seo lalu menberhentikan taksi yang melewati taman.

Eunseo mulai memberontak untuk menolak masuk ke dalam taksi.

Aku menggenggam tangannya.
“dengar kan aku…. sehabis ini kau akan menjalani terapi untuk memulihkan ingatan mu di amerika. bukan kah dokter bilangan kau hanya amnesia sementara, ingatan mu akan kembali pulih eunseo"

tangannya yang sedaris tadi kaku mulai melemah.
mungkin dia mulai mengeri maksud ku.

"aku ingin melihat mu bersama hyung ku bahagia. tinggal kan aku. masuklah..."

air mata ku tak terbendung lagi.
aku tak mau terlalu lama menunjukan paras wajah yang lebam ini.

pintu taksi masih terbuka.
eun seo mulai naik ke dalam taksi.
selamat tinggal eunseo

THE END

****

kyaa.... this is my first fun fiction hahaha :D
hope u like it  ^^
kalau bisa tinggalkan kritik dan sarannya ya readers ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar